Tag Archives: Materi Pelatihan Training Petugas Pemadam Kebakaran Kelas D

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D | 0811-1520-700

Training K3 Kebakaran Kelas D Sertifikasi Kemnaker

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D Global Training Center

Peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga menjalar membakar benda-benda di sekitarnya dan pada akhirnya menyebabkan rusak hingga musnah atau hancurnya suatu bangunan dan barang-barang di dalamnya, bahkan juga berisiko menyebabkan korban luka hingga mengancam keselamatan nyawa. Seperti yang telah kita ketahui, nyala api dapat timbul dikarenakan adanya segitiga api. Segitiga api yang dimaksud di sini adalah tiga faktor atau unsur yang jika ketiganya hadir bersamaan, maka dapat menciptakan nyala api.

Segitiga api tersebut antara lainnya meliputi oksigen atau gas O2 di mana dalam kadar normal yaitu 21% kandungan oksigen di udara, maka telah cukup menjadi unsur segitiga api. Unsur yang selanjutnya adalah bahan yang dapat terbakar (flammable) baik itu bersifat padat, cair, maupun gas, di mana bahan-bahan tersebut dapat memicu nyalanya api. Sedangkan unsur yang terakhir adalah adanya suhu tinggi atau sumber panas yang dapat menyulut api pada bahan yang dapat terbakar tersebut dan tentunya dengan dibantu oleh adanya kandungan oksigen. Sumber panas dari suhu tinggi tersebut bisa berasal dari terik matahari, gesekan atau energi mekanik, korsleting pada listrik, kompresi udara, hingga suhu panas akibat adanya reaksi kimia.

Peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga menjalar membakar benda-benda di sekitarnya dan pada akhirnya menyebabkan rusak hingga musnah atau hancurnya suatu bangunan dan barang-barang di dalamnya, bahkan juga berisiko menyebabkan korban luka hingga mengancam keselamatan nyawa. Seperti yang telah kita ketahui, nyala api dapat timbul dikarenakan adanya segitiga api. Segitiga api yang dimaksud di sini adalah tiga faktor atau unsur yang jika ketiganya hadir bersamaan, maka dapat menciptakan nyala api.

Segitiga api tersebut antara lainnya meliputi oksigen atau gas O2 di mana dalam kadar normal yaitu 21% kandungan oksigen di udara, maka telah cukup menjadi unsur segitiga api. Unsur yang selanjutnya adalah bahan yang dapat terbakar (flammable) baik itu bersifat padat, cair, maupun gas, di mana bahan-bahan tersebut dapat memicu nyalanya api. Sedangkan unsur yang terakhir adalah adanya suhu tinggi atau sumber panas yang dapat menyulut api pada bahan yang dapat terbakar tersebut dan tentunya dengan dibantu oleh adanya kandungan oksigen. Sumber panas dari suhu tinggi tersebut bisa berasal dari terik matahari, gesekan atau energi mekanik, korsleting pada listrik, kompresi udara, hingga suhu panas akibat adanya reaksi kimia.

Mengenal Lebih Jauh Kebakaran Kelas D, Apa itu?

Sedangkan berdasarkan bahan yang menjadi media pembakaran yang memicu adanya nyala api, kebakaran ini sendiri diklasifikasikan menjadi beberapa kelas kebakaran. Salah satu pengklasifikasian yang paling sering digunakan adalah pengklasifikasian kelas kebakaran yang diatur oleh NFPA atau National Fire Protection Association yang membagi kelas kebakaran menjadi 5 kelas (kelas A, B, C, D, dan kelas K). Selain itu, untuk peraturan di Indonesia sendiri, pengklasifikasian kebakaran diatur berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan nomor peraturan No. 04/MEN/1980 pada pasal 2 di dalam Bab I, di mana kelas kebakaran diklasifikasikan menjadi 4 kelas yaitu kelas A, B, C, dan kelas D. Di beberapa negara, bahkan ditetapkan pula klasifikasi tambahan dengan kelas E.

Namun pada artikel kali ini, kita akan mengenal lebih jauh kebakaran kelas D. Berbeda dari klasifikasi kelas kebakaran lain yang kerap ditemui dalam berbagai kasus peristiwa kebakaran, kebakaran dengan kelas D merupakan kebakaran yang tergolong jarang ditemukan. Hal ini tentu saja merujuk pada bahan yang terlibat di dalam kebakaran kelas D yang meliputi benda-benda berupa metal atau logam padat, seperti misalnya natrium, alumunium, kalium, magnesium, dan lain sebagainya.

Penanganan kebakaran dengan kelas D ini harus sangat hati-hati dan harus mendapatkan perlakuan khusus karena kebakaran dengan logam atau metal padat yang meleleh tidak bisa diatasi dengan media atau agen pemadam yang bersifat mendinginkan, sehingga kebakaran dengan kelas D tentu saja tidak bisa dipadamkan dengan agen pemadam seperti karbondioksida atau gas CO2 dan air karena berpotensi memicu adanya ledakan akibat adanya serbuk atau debu logam yang terkontak dengan konsentrasi udara dan agen pemadam yang bersifat dingin, sehingga justru akan menyebabkan kebakaran semakin besar dan tentu saja juga sangat membahayakan bagi petugas yang memadamkan.

Dalam klasifikasi alat pemadam api ringan maupun berat (APAR dan APAB), kebakaran kelas D hanya bisa diatasi dengan Metal Fire Extinguisher yang memang didesain khusus untuk menghadapi kebakaran logam atau metal. Pada umumnya, alat pemadam metal fire extinguisher ini memiliki warna merah pada badan dengan panel yang diberi warna biru, di mana panel tersebut terletak tepat di atas kolom instruksi penggunaan alat. Pada umumnya, kebakaran kelas D hanya bisa dipadamkan dengan media-media pemadam berupa serbuk kimia khusus, sodium, klorida, dan grafit.

LATAR BELAKANG TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah:

  1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan.
  3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

Materi Pelatihan Training Petugas Pemadam Kebakaran Kelas D :

  1. Dasar – Dasar K3 Penanggulangan K3 Kebakaran
  2. Dasar – Dasar Manajemen Kebakaran
  3. Teori Api dan Anatomi Kebakaran
  4. Sistem Kebakaran Aktif
  5. Dasar – Dasar Prosedur Bila Terjadi Kebakaran (Fire Emergency Plant)
  6. Praktek pemadaman Kebakaran dengan menggunakan :

Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Hidrant

SASARAN DAN MANFAAT TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya
  • Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya
  • Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran.
  • Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  • Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran.
  • Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal

PERSYARATAN PESERTA TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Minimal pendidikan SLTP/sederajat
  •  Photocopy KTP dan ijazah terakhir
  •  Pas photo 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 3 lembar
  •  Surat keterangan sehat dari dokter
  • Surat penugasan dari perusahaan

OUTLINE  TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  1. Dasar – Dasar K3 Penanggulangan K3 Kebakaran
  2. Dasar – Dasar Manajemen Kebakaran
  3. Teori Api dan Anatomi Kebakaran
  4. Sistem Kebakaran Aktif dan Pasif
  5. Dasar – Dasar Prosedur Bila Terjadi Kebakaran ( Fire Emergency Plant )
  6. Praktek pemadaman Kebakaran dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan ( APAR )

INSTRUKTUR TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Tenaga Ahli dari Kemenaker
  • Praktisi

FASILITAS TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Hard / Soft Copy Materi Training
  • Sertifikat  dari Kemnaker
  • Kartu Lisensi dari Kemnaker
  • Sertifikat Training dari HSP
  • 2x coffee break
  • Makan Siang
  • Gimmick

DURASI TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • 3 Hari

BIAYA TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Rp. 4,500.000,- (Empat Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Pencarian dari Google:

× Mau info training, chat yuk!