Uji Riksa Alat K3 | Pemeriksaan dan Pengujian Peralatan K3 | 0811-1520-700

Uji Riksa Alat K3 | Pemeriksaan dan Pengujian Peralatan K3 | 0811-1520-700

Mendengar kata Uji Riksa mungkin ada beberapa dari kita sudah tidak asing lagi mendengarnya. Dalam pelaksanaan K3, Uji Riksa merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan para pekerja. Uji Riksa pada dasarnya More »

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2 Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2 Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2  Sertifikasi Kemnaker Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (TKBT 2) – Bekerja di ketinggian memiliki resiko yang sangat besar,terjatuh dari ketinggian merupakan salah satu penyebab kematian yang umum More »

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D | 0811-1520-700

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D | 0811-1520-700

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D Global Training Center Peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga menjalar membakar benda-benda di sekitarnya dan pada akhirnya menyebabkan rusak hingga musnah More »

Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Kebakaran Kelas DCBA Global Training Center Kebakaran menjadi kondisi yang kerap terjadi akibat timbulnya sumber api pada beberapa objek mulai dari rumah, gedung dan hutan. Tugas menjadi seorang pemadam kebakaran adalah pekerjaan More »

Operator Boiler kls 1 Global Training Center

Operator Boiler kls 1 Global Training Center

Operator Boiler kls 1 Global Training Center  Training K3 Operator Boiler Kelas 1 merupakan salah satu produk pelatihan dan sertifikasi yang kami miliki yang merupakan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) More »

 

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2 Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Training TKBT 2 Sertifikasi Kemnaker

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2  Sertifikasi Kemnaker

Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (TKBT 2) – Bekerja di ketinggian memiliki resiko yang sangat besar,terjatuh dari ketinggian merupakan salah satu penyebab kematian yang umum di lokasi konstruksi,maka dari itu di dalam praktiknya sangat di perlukan lisensi bekerja di ketinggian.

Pelatihan Tenaga kerja bangunan tinggi tingkat 2 (TKBT 2) adalah salah satu Pelatihan k3 yang bertujuan untuk mengurangi potensi resiko dalam kecelakaan kerja,Pelatihan TKBT 2 ini di rancang untuk membekali pekerja akan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan dalam keselamatan bekerja di Ketinggian.

Terjatuh dari ketinggian adalah salah satu penyebab kematian paling umum di lokasi konstruksi. Mengurangi kecelakaan di tempat kerja adalah praktik manajemen yang baik. Perusahaan dapat menghemat uang melalui meningkatkan output dan mengurangi risiko denda dan klaim kompensasi.

Pelatihan Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tingkat Tinggi 2 (TKBT 2) ini dirancang untuk membekali pekerja dengan pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja dengan aman dalam setiap situasi ketinggian. Peserta akan dibekali kemampuan untuk mengenali potensi cedera serius saat bekerja di ketinggian dan menentukan metode yang aman yang tersedia untuk meminimalkan risiko.

Latar Belakang Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center  :
Bekerja pada ketinggian adalah mempunyai potensi bahaya yang sangat besar. Ada berbagai macam metode kerja di ketinggian seperti diterapkan secara luas dalam pembangunan, pemeriksaan, perawatan bangunan dan instalasi industri seperti gedung tinggi, menara jaringan listrik, menara komunikasi, anjungan minyak, perawatan dan perbaikan kapal, perawatan jembatan, pertambangan, industri pariwisata seperti out bound, penelitian dan perawatan hutan dan lain sebagainya.
Merujuk kepada Undang-undang RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, mengisyaratkan pada BAB V tentang PELATIHAN KERJA dan tersedianya tenaga kerja pada bangunan tinggi yang penuh dengan resiko kerja sangat diperlukan. Pengusaha dan pengurus diharapkan mampu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 di lingkungannya dan mampu memberikan peran optimal dalam organisasi perusahaan dalam mengendalikan resiko kecelakaan kerja.

Tujuan Pengertian Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center :

  • Bekerja pada ketinggian (working at height) adalah pekerjaan yang membutuhkan pergerakan tenaga kerja untuk bergerak secara vertikal naik, mau pun turun dari suatu platform.
  • Akses tali (rope access) adalah suatu bentuk aktifitas pekerjaan atau posisi dalam bekerja yang awalnya dikembangkan dari teknik pemanjatan tebing atau penelusuran gua, digunakan untuk mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau, tanpa adanya bantuan perancah, platform atau pun tangga.

Tujuan Program Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center:

Pemenuhan Kebutuhan pengetahuan keterampilan dan pembentukan sikap kerja berdasarkan K3 pada unit kerja di ketinggian.

Kompetensi Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center:
Setelah peserta Lulus Uji Kompetensi K3 Teknisi K3 Bekerja Pada Ketinggiani Tingkat 2 (Dua) yang duji oleh Instruktur maka berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 09/MEN/III/2016, Tentang Diktum Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (Dua) diganti dengan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (Dua) yang mana dikhususkan pada pekerja Telekomunikasi adalah sebagai berikut:

  1. Pemasangan pengaman kerja.
  2. Memasang penambatan dibawah supervisi level
  3. Bagi Tenaga Kerja Bangunan TInggi Tingkat 2 (Dua) yang telah mendapatkan sertifikat diberikan lisensi K3 oleh Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (Dua).
  4. Lisensi K3 berlaku 5 (lima tahun) dan harus diperpanjang lagi, melalui Training atau tanpa Training.

Materi yang Diajarkan Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center:

  1. Kelompok Dasar
    • Peraturan Perundang-Undangan K3 dalam pekerjaan pada ketinggian
  2. Kelompok Inti
    • Karakteristik Lantai Kerja Tetap dan Lantai Kerja Sementara
    • Alat pencegah dan penahan jatuh kolektif serta alat pembatas gerak
    • Prinsip penerapan faktor jatuh
    • Prosedur kerja aman pada ketinggian
    • Teori dan praktek bergerak horizontal atau vertikal menggunakan struktur bangunan
    • Teori dan praktek teknik bekerja aman pada struktur bangunan dan bekerja dengan posisi miring dan struktur miring
    • Teori dan praktek teknik menaikkan dan menurunkan barang dengan sistem katrol
  3. Kelompok Penunjang
    • Teori dan praktek upaya penyelamatan dalam keadaan darurat
  4. Evaluasi
    • Teori
    • Praktek

Kurikulum Pembinaan Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center :

  • Peraturan perundang-undangan K3 dalam pekerjaan pada ketinggian
  • Karakteristik lantai kerja tetap dan lantai kerja sementara
  • Alat pencegah dan penahan jatuh kolektif serta alat pembatas gerak
  • Prinsip penerapan faktor jatuh
  • Prosedur kerja aman pada ketinggian
  • Teori dan praktik bergerak horizontal atau vertikal menggunakan struktur bangunan
  • Teori dan praktik teknik menaikkan dan menurunkan barang dengan sistem katrol
  • Teori dan praktik upaya penyelamatan dalam keadaan darurat
  • Job safety analysis
  • Evaluasi praktik dan teori

Sertifikasi Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center :
Peserta yang lulus pada pelatihan ini akan diberikan sertifikat dan kewenangan yang di keluarkan oleh KEMENAKER.

Metode Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center:

Ceramah, diskusi & praktek

Instruktur Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center :

Instruktur yang akan memberikan pelatihan ini berasal dari Kementrian Tenaga Kerja yang memiliki keahlian khusus di bidang K3

Persyaratan Peserta Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center :

  • Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh pegawai yang bekerja pada ketinggian yang telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun atau lebihPersyaratan Peserta :
    1. Sekurang-kurangnya berpendidikan SD / sederajat.
    2. Umur sekurang-kurangnya 18 tahun.
    3. Membawa fotokopi ijazah terakhir.

Berkas Yang Di Butuhkan Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center :

  • Membawa Pas Foto 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing sebanyak 3 ( tiga ) lembar (background merah)
  • Membawa Foto Copy Kartu Identitas
  • Fotokopi Ijazah terakhir sebanyak 1 ( satu ) lembar
  • Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  • Membawa APD : Safety Helmet dan Safety shoes (Per individu),Full Body Harness (Per Kelompok)

Fasilitas Training Operator Gondola Sertifikasi Kemnaker di Global Training Center :

  • Sertifikat resmi dari Kemnaker Republik Indonesia
  • Modul Training ( soft copy dan hard copy )
  • Training Kit ( tas, blocknote, ballpoint, materi pelatihan )
  • 1 ( satu ) kali Makan Siang
  • Coffee Break 2 ( dua ) kali
  • Souvenir

Durasi pelatihan Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center:

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 ( tiga ) Hari

Investasi Pelatihan Tenaga Bangunan Tinggi (TKBT) 2 di Global Training Center:
Rp. 5.800.000

Rahmah
0877 1343 3385
0896 3449 9240
rahmah@globaltraining-id.com
ae01globaltraining@gmail.com

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D | 0811-1520-700

Training K3 Kebakaran Kelas D Sertifikasi Kemnaker

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D Global Training Center

Peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga menjalar membakar benda-benda di sekitarnya dan pada akhirnya menyebabkan rusak hingga musnah atau hancurnya suatu bangunan dan barang-barang di dalamnya, bahkan juga berisiko menyebabkan korban luka hingga mengancam keselamatan nyawa. Seperti yang telah kita ketahui, nyala api dapat timbul dikarenakan adanya segitiga api. Segitiga api yang dimaksud di sini adalah tiga faktor atau unsur yang jika ketiganya hadir bersamaan, maka dapat menciptakan nyala api.

Segitiga api tersebut antara lainnya meliputi oksigen atau gas O2 di mana dalam kadar normal yaitu 21% kandungan oksigen di udara, maka telah cukup menjadi unsur segitiga api. Unsur yang selanjutnya adalah bahan yang dapat terbakar (flammable) baik itu bersifat padat, cair, maupun gas, di mana bahan-bahan tersebut dapat memicu nyalanya api. Sedangkan unsur yang terakhir adalah adanya suhu tinggi atau sumber panas yang dapat menyulut api pada bahan yang dapat terbakar tersebut dan tentunya dengan dibantu oleh adanya kandungan oksigen. Sumber panas dari suhu tinggi tersebut bisa berasal dari terik matahari, gesekan atau energi mekanik, korsleting pada listrik, kompresi udara, hingga suhu panas akibat adanya reaksi kimia.

Peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga menjalar membakar benda-benda di sekitarnya dan pada akhirnya menyebabkan rusak hingga musnah atau hancurnya suatu bangunan dan barang-barang di dalamnya, bahkan juga berisiko menyebabkan korban luka hingga mengancam keselamatan nyawa. Seperti yang telah kita ketahui, nyala api dapat timbul dikarenakan adanya segitiga api. Segitiga api yang dimaksud di sini adalah tiga faktor atau unsur yang jika ketiganya hadir bersamaan, maka dapat menciptakan nyala api.

Segitiga api tersebut antara lainnya meliputi oksigen atau gas O2 di mana dalam kadar normal yaitu 21% kandungan oksigen di udara, maka telah cukup menjadi unsur segitiga api. Unsur yang selanjutnya adalah bahan yang dapat terbakar (flammable) baik itu bersifat padat, cair, maupun gas, di mana bahan-bahan tersebut dapat memicu nyalanya api. Sedangkan unsur yang terakhir adalah adanya suhu tinggi atau sumber panas yang dapat menyulut api pada bahan yang dapat terbakar tersebut dan tentunya dengan dibantu oleh adanya kandungan oksigen. Sumber panas dari suhu tinggi tersebut bisa berasal dari terik matahari, gesekan atau energi mekanik, korsleting pada listrik, kompresi udara, hingga suhu panas akibat adanya reaksi kimia.

Mengenal Lebih Jauh Kebakaran Kelas D, Apa itu?

Sedangkan berdasarkan bahan yang menjadi media pembakaran yang memicu adanya nyala api, kebakaran ini sendiri diklasifikasikan menjadi beberapa kelas kebakaran. Salah satu pengklasifikasian yang paling sering digunakan adalah pengklasifikasian kelas kebakaran yang diatur oleh NFPA atau National Fire Protection Association yang membagi kelas kebakaran menjadi 5 kelas (kelas A, B, C, D, dan kelas K). Selain itu, untuk peraturan di Indonesia sendiri, pengklasifikasian kebakaran diatur berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan nomor peraturan No. 04/MEN/1980 pada pasal 2 di dalam Bab I, di mana kelas kebakaran diklasifikasikan menjadi 4 kelas yaitu kelas A, B, C, dan kelas D. Di beberapa negara, bahkan ditetapkan pula klasifikasi tambahan dengan kelas E.

Namun pada artikel kali ini, kita akan mengenal lebih jauh kebakaran kelas D. Berbeda dari klasifikasi kelas kebakaran lain yang kerap ditemui dalam berbagai kasus peristiwa kebakaran, kebakaran dengan kelas D merupakan kebakaran yang tergolong jarang ditemukan. Hal ini tentu saja merujuk pada bahan yang terlibat di dalam kebakaran kelas D yang meliputi benda-benda berupa metal atau logam padat, seperti misalnya natrium, alumunium, kalium, magnesium, dan lain sebagainya.

Penanganan kebakaran dengan kelas D ini harus sangat hati-hati dan harus mendapatkan perlakuan khusus karena kebakaran dengan logam atau metal padat yang meleleh tidak bisa diatasi dengan media atau agen pemadam yang bersifat mendinginkan, sehingga kebakaran dengan kelas D tentu saja tidak bisa dipadamkan dengan agen pemadam seperti karbondioksida atau gas CO2 dan air karena berpotensi memicu adanya ledakan akibat adanya serbuk atau debu logam yang terkontak dengan konsentrasi udara dan agen pemadam yang bersifat dingin, sehingga justru akan menyebabkan kebakaran semakin besar dan tentu saja juga sangat membahayakan bagi petugas yang memadamkan.

Dalam klasifikasi alat pemadam api ringan maupun berat (APAR dan APAB), kebakaran kelas D hanya bisa diatasi dengan Metal Fire Extinguisher yang memang didesain khusus untuk menghadapi kebakaran logam atau metal. Pada umumnya, alat pemadam metal fire extinguisher ini memiliki warna merah pada badan dengan panel yang diberi warna biru, di mana panel tersebut terletak tepat di atas kolom instruksi penggunaan alat. Pada umumnya, kebakaran kelas D hanya bisa dipadamkan dengan media-media pemadam berupa serbuk kimia khusus, sodium, klorida, dan grafit.

LATAR BELAKANG TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah:

  1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan.
  3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

Materi Pelatihan Training Petugas Pemadam Kebakaran Kelas D :

  1. Dasar – Dasar K3 Penanggulangan K3 Kebakaran
  2. Dasar – Dasar Manajemen Kebakaran
  3. Teori Api dan Anatomi Kebakaran
  4. Sistem Kebakaran Aktif
  5. Dasar – Dasar Prosedur Bila Terjadi Kebakaran (Fire Emergency Plant)
  6. Praktek pemadaman Kebakaran dengan menggunakan :

Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Hidrant

SASARAN DAN MANFAAT TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya
  • Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya
  • Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran.
  • Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  • Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran.
  • Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal

PERSYARATAN PESERTA TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Minimal pendidikan SLTP/sederajat
  •  Photocopy KTP dan ijazah terakhir
  •  Pas photo 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 3 lembar
  •  Surat keterangan sehat dari dokter
  • Surat penugasan dari perusahaan

OUTLINE  TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  1. Dasar – Dasar K3 Penanggulangan K3 Kebakaran
  2. Dasar – Dasar Manajemen Kebakaran
  3. Teori Api dan Anatomi Kebakaran
  4. Sistem Kebakaran Aktif dan Pasif
  5. Dasar – Dasar Prosedur Bila Terjadi Kebakaran ( Fire Emergency Plant )
  6. Praktek pemadaman Kebakaran dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan ( APAR )

INSTRUKTUR TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Tenaga Ahli dari Kemenaker
  • Praktisi

FASILITAS TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Hard / Soft Copy Materi Training
  • Sertifikat  dari Kemnaker
  • Kartu Lisensi dari Kemnaker
  • Sertifikat Training dari HSP
  • 2x coffee break
  • Makan Siang
  • Gimmick

DURASI TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • 3 Hari

BIAYA TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS D :

  • Rp. 4,500.000,- (Empat Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Kebakaran Kelas DCBA Global Training Center

Kebakaran menjadi kondisi yang kerap terjadi akibat timbulnya sumber api pada beberapa objek mulai dari rumah, gedung dan hutan. Tugas menjadi seorang pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang menantang. Dengan demikian Anda perlu mengetahui strategi dan sertifikat kelayakan bekerja dengan mengikuti pelatihan K3 tentang kebakaran untuk menjadi ahli K3 kebakaran profesional.

Kondisi kehilangan materi dan moril adalah akibat yang ditimbulkan karena kebakaran. Sehingga tim pemadam kebakaran adalah sebuah tim khusus untuk mencegah penyebaran api dengan beragam metode pemadaman sesuai kondisi tempat. Dengan demikian mampu mencegah dan menanggulangi lokasi kejadian dengan tetap mengutamakan keselamatan setiap anggota pemadam kebakaran.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No : KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penaggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, Pengurus atau Pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran ditempat kerja. Termasuk dalam  kewajiban   mencegah,   mengurangi  dan memadamkan kebakaran ini adalah pembentukan unit penanggulangankebakaran di tempat kerja dan menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala. Unit penanggulangan kebakaran tersebut terdiri dari :

  • Petugas Peran Kebakaran
  • Regu Penanggulangan Kebakaran
  • Koordinator unit Penanggulangan Kebakaran
  • Ahli K3 Spesialis penanggulangan Kebakaran sebagai penanggung jawab teknis

Dasar Hukum Ahli K3 Kebakaran

Pemadam kebakaran yang telah mengikuti pelatihan K3 kebakaran merupakan individu terdidik dan mengetahui kompetensi memungkinkan di lokasi kebakaran. Melakukan pencegahan dan menanggulangi kondisi kebakaran di tempat kejadian.  Terdapat acuan hukum yang mendasari setiap anggota pemadam kebakaran untuk mengikuti pelatihan keselamatan kerja, di antaranya:

  1. Peraturan yang tercantum dalam undang-undang No.1 Tahun 1970 yang membahas tentang Keselamatan Kerja agar mampu mengurangi, mencegah dan memadamkan area kebakaran.
  2. Peraturan yang tercantum dalam Keputusan Menaker RI No.186/Men/1999 yang membahas tentang unit penanggulangan kondisi kebakaran selama berada di tempat kerja. Penanggulangan terhadap kondisi kebakaran merupakan beragam usaha untuk mencegah timbulnya kebakaran. Sedangkan pencegahan kebakaran merupakan usaha agar nyala api mampu dikendalikan.
  3. Peraturan yang tercantum dalam Peraturan Menaker No.4 Tahun 1980 yang membahas tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
  4. Peraturan yang tercantum dalam Peraturan Menaker RI No.2/Men/1992 yang membahas tentang tata cara penunjukkan, wewenang dan kewajiban para ahli K3 kebakaran.
Alasan Pentingnya Pelatihan K3 Kebakaran DCBA

Keikutsertaan pelatihan ini akan senantiasa membekali petugas dengan beragam pengetahuan dan SOP tentang pemadam kebakaran. Sehingga mampu menjaga diri setiap petugas, memadamkan api dan menyelamatkan lebih banyak korban. Terdapat beberapa materi K3 kebakaran yang bisa Anda peroleh melalui pelatihan K3 kelas DCBA terangkum dalam materi, di antaranya:

  1. Materi tentang UU No.1 Tahun 1970.
  2. Materi tentang kebijakan K3 pemadam kebakaran melalui penanggulangan kebakaran.
  3. Materi tentang dasar-dasar proses pengelolaan manajemen pengamanan kebakaran.
  4. Materi tentang prinsip-prinsip pencegahan dan teknik terbaik untuk melakukan proses pemadaman api.
  5. Materi tentang standar sistem proteksi dan darurat bahaya kebakaran.
  6. Materi tentang keamanan barang mudah meledak, mengetahui teori api dan anatomi kebakaran.
  7. Materi tentang pengenalan alat pemadam dan sistem pelaporan insiden kecelakaan.
  8. Materi tentang asuransi kebakaran dan skenario latihan penanggulangan.
  9. Materi tentang evaluasi sistem kebakaran dan praktik sistem proteksi.
  10. Evaluasi akhir.
Tujuan Pelatihan K3 Kebakaran DCBA

Pelatihan untuk para ahli K3 kebakaran ini mempersiapkan para profesional yang sanggup bekerja untuk tim. Mengarahkan metode kerja yang tepat untuk menekan terjadinya beragam kerugian dan tetap menjaga keselamatan jiwa raga setiap anggota pemadam kebakaran. Terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai dari pelatihan ini, di antaranya:

  1. Mampu melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kondisi kebakaran.
  2. Berusaha untuk melakukan beragam pemeriksaan  dan tetap menjunjung asas pemeliharaan sarana pencegah kebakaran.
  3. Mampu memadamkan api dengan level kebakaran tingkat lanjut.
  4. Mampu menyelamatkan setiap korban jiwa dengan beragam kondisi dan menggunakan teknik kerja yang tepat sasaran.

Bagi Anda yang hendak melaksanakan pelatihan K3 kebakaran DCBA hendaknya telah melengkapi persyaratan berikut ini:

  1. Pendidikan minimal D3
  2. Berpengalaman bekerja di bidang bersangkutan minimal 2 tahun.
  3. Pas foto background merah ukuran 4×6 dan 1.5×2 sebanyak 3 lembar.
  4. Foto copy ijazah
  5. Foto copy KTP
  6. Melampirkan surat keterangan sehat dari dokter.
  7. Melampirkan surat pengalaman dan rekomendasi perusahaan untuk mengikuti kelas sertifikasi.
Tugas Ahli K3 Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker di Global Training Center : 
  1. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang penanggulangan kebakaran.
  2. Memberikan laporan kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan atau instansi yang dapat berhubugan dengan jabatannya.
  4. Memimpin penanggulangan kebakaran sebelum mendapat bantuan dari instansi yang berwenang.
  5. Menyusun program kerja atau kegiatan penanggulangan kebakaran.
  6. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
Hasil yang Hendak Diperoleh dari Pelatihan K3 Kebakaran DCBA

Pelatihan sertifikasi dibimbing para ahli bidang pemadam kebakaran dan ahli Kemenaker RI. Apabila Anda telah lulus uji dan praktik, maka akan memperoleh sertifikat dan lisensi bekerja dari Kemenaker RI sebagai ahli K3 kebakaran profesional. Sehingga peserta sertifikasi ini memperoleh lisensi kerja dengan mengamalkan materi untuk membangun tim kerja yang solid, sistematis dan kondusif.

Materi Pelatihan K3 Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker di Global Training Center : 
  1. Dasar-dasar K3 Penanggulangan Kebakaran
  2. Dasar-dasar Manajemen Kebakaran
  3. Teori Api dan Anatomi Kebakaran
  4. Sistem kebakaran Aktif
  5. Fire Emergency Plan (APAR, Hydrant)
  6. Konsep Perencanaan System Proteksi Kebakaran
  7. Penerapan 5R di Tempat Kerja
  8. Evaluasi Potensi Bahaya Kebakaran
  9. Penanganan Benda-benda dan pekerjaan berbahaya
  10. Instalasi listrik dan penyalur petir
  11. Manajemen penanganan kebakaran
  12. Peraturan wajib lapor kecelakaan
  13. System analisa kasus kecelakaan dan kebakaran
  14. Sistem pelaporan kecelakaan dan kebakaran
  15. Asuransi kebakaran
  16. Perilaku manusia dalam menghadapi kebakaran
  17. Penyusunan buku penanganan kebakaran
  18. Skenario penanggulangan kebakaran
  19. Teknik pemeriksaan dan pengujian system proteksi kebakaran
  20. Pengembangan Program Keselamatan & Kesehatan Kerja
  21. Penaksiran Resiko Kebakaran
  22. Perancangan Sistem Proteksi Kebakaran berdasarkan Basis Kinerja.
  23. Model dan Simulasi Kebakaran (visualisasi menggunakan komputer).
  24. Prinsip Analisa Biaya & Metode Penilaian Investasi pada Kebakaran.
  25. Perlindungan Terhadap Bahaya Peledakan.
  26. Sistem Pengendalian Asap.
  27. Konstruksi Bangunan yang Berkaitan dengan Penanggulangan Kebakaran.
  28. Dampak Lingkungan pada Penanggulangan Kebakaran.
  29. Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran.
  30. Uji Sifat Bakar Bahan Bangunan dan Uji Ketahanan Api Komponen Struktur Bangunan.
  31. Audit Kebakaran Internal.
  32. Praktek Perancangan Sistem Proteksi Kebakaran
  33. Evaluasi
Persyaratan Peserta Pelatihan K3 Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker di Global Training Center :
  1. Berpendidikan minimal D3
  2. Berbadan sehat  & Berkelakuan Baik
  3. Lulus seleksi dari Tim Penilai
  4. Pas photo berwarna ukuran 4×6, 3×4 masing-masing 3 lembar
  5. Fotocopy ijazah terakhir
  6. Fotocpy KTP
  7. Surat Keterangan sehat dari Dokter terbaru
  8. Surat pengalaman kerja dari perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan sertifikasi yang akan di ikuti
Fasilitas Pelatihan K3 Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker di Global Training Center :
  1. Hard / Soft Copy Materi Pelatihan
  2. Sertifikat dari Kemnaker
  3. Training kit
  4. 2x coffee break
  5. Makan Siang
Sertifikasi Kemnaker  : 17 hari
Investasi Pelatihan K3 Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker di Global Training Center :

Rp 17.000.000/peserta

 

× Mau info training, chat yuk!