Uji Riksa Alat K3 | Pemeriksaan dan Pengujian Peralatan K3 | 0811-1520-700

Uji Riksa Alat K3 | Pemeriksaan dan Pengujian Peralatan K3 | 0811-1520-700

Mendengar kata Uji Riksa mungkin ada beberapa dari kita sudah tidak asing lagi mendengarnya. Dalam pelaksanaan K3, Uji Riksa merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan para pekerja. Uji Riksa pada dasarnya More »

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2 Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2 Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Tenaga bangunan tinggi (TKBT)2  Sertifikasi Kemnaker Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (TKBT 2) – Bekerja di ketinggian memiliki resiko yang sangat besar,terjatuh dari ketinggian merupakan salah satu penyebab kematian yang umum More »

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D | 0811-1520-700

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D | 0811-1520-700

K3 Pelatihan kebakaran Kelas D Global Training Center Peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga menjalar membakar benda-benda di sekitarnya dan pada akhirnya menyebabkan rusak hingga musnah More »

Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Kebakaran Kelas DCBA Sertifikasi Kemnaker | 0811-1520-700

Kebakaran Kelas DCBA Global Training Center Kebakaran menjadi kondisi yang kerap terjadi akibat timbulnya sumber api pada beberapa objek mulai dari rumah, gedung dan hutan. Tugas menjadi seorang pemadam kebakaran adalah pekerjaan More »

Operator Boiler kls 1 Global Training Center

Operator Boiler kls 1 Global Training Center

Operator Boiler kls 1 Global Training Center  Training K3 Operator Boiler Kelas 1 merupakan salah satu produk pelatihan dan sertifikasi yang kami miliki yang merupakan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) More »

 

PEMERIKSAAN KESEHATAN

PEMERIKSAAN LABORATORIUM :

  • Darah Lengkap / Rutin
  • Kimia Darah
  • Pemeriksaaan Narkoba
  • Pap Smear

FASILITAS DIAGNOSTICS :

  • X-Ray/Rontgen
  • Treadmill
  • Audiometri
  • Spirometri
  • Rekam Jantung /ECG

MEDICAL CHECK UP :

  • Pribadi
  • Karyawan(Annual Medical Check up )
  • Calon Karyawan

CONTACT PERSON :

Angga F Ortega

Whatsapp : +62 811-1520-700

 

Uji Riksa Alat K3 | Pemeriksaan dan Pengujian Peralatan K3 | 0811-1520-700

Mendengar kata Uji Riksa mungkin ada beberapa dari kita sudah tidak asing lagi mendengarnya. Dalam pelaksanaan K3, Uji Riksa merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan para pekerja. Uji Riksa pada dasarnya merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala pada suatu peralatan yang ada. Uji Riksa wajib dilakukan selanjutnya akan mengevaluasi hasil dari Uji Riksa tersebut. Tidak hanya itu, peralatan akan diuji secara berkala minimal kurang lebih setiap 6 bulan.

Dalam pelaksanaan K3, Uji Riksa merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan para pekerja proyek, mengingat dalam suatu proyek, terdapat struktur bangunan yang memiliki beban berat. Uji Riksa pada dasarnya merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala pada suatu peralatan yang ada di dalam suatu proyek.

Riksa Uji ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Laik Pakai sebuah peralatan yang merupakan Asset Perusahaanforklift dan membantu Perusahaan dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang akan mewujudkan Budaya K3 di Perusahaan, serta secara berkelanjutan akan patuh terhadap penerapan Undang-undang dan peraturan terkait lainnya, terutama dibidang keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di Indonesia.

Kriteria Teknis Jenis Riksa dan Uji (Tahapan) 

A. Pemeriksaan Data/Verifikasi.

  • Data Umum.
  • Data Teknis.

B. Pemeriksaan Visual.

  • Pemeriksaan Visual dengan Menggunakan Checklist.
  • Dimensi Check.

C. Pemeriksaan NDT.

  • Seluruh komponen utama atau komponen yang menerima beban atau komponen yang diragukan kekuatannya/kemampuannya.

D. Pengujian

  • Dinamis (Running Test).
  • Statis.

E. Pemeriksaan setelah pengujian.

F. Laporan.

Pada saat ini pembangunan fisik yang menggunakan alat alat modern sangat pesat peningkatannya. Untuk itu harus diimbangi juga dengan usaha keselamatan dan kesehatan kerja untuk tenaga kerja maupun orang lain baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang berada dilingkungan tempat kerja sesuai dengan Undang undang No 1 Tahun 1970.
Untuk itu sangat diperlukan sebuah perlindungan terhadap tenaga kerja dan pelaksanaan teknis K3 khususnya pada bidang pemeriksaan dan pengujian alat serta teknik kerja, untuk itu sangat diperlukan sebuah Riksa Uji Peralatan yang sesuai dengan masing masing alat yang akan digunakan yaitu:
  1. Riksa Uji Peralatan Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT)
  2. Riksa Uji Peralatan Pesawat Angkat & Angkut (Forklift, Crane & Alat Berat)
  3. Riksa Uji Peralatan Pesawat Tenaga dan Produksi (PTP) (Genset, Tanur, Turbin)
  4. Riksa Uji Peralatan Instalasi Listrik, Petir dan Lift
  5. Riksa Uji Elevator (Lift) & Eskalator.
  6. Riksa Uji Peralatan Instalasi Proteksi Kebakaran
  7. Pemeriksaan NDT, Ultrasonic, Radiografy, Wire Rope Tester.

Pemeriksaan dan Pengujian

  • Pesawat Angkat & Angkut (Forklift, Crane & Alat Berat)
  • Instalasi Listrik
  • Penyalur Petir
  • Elevator (Lift) & Eskalator
  • Instalasi Proteksi Kebakaran
  • Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT)
  • Pesawat Tenaga dan Produksi (PTP)

Manfaat Uji Riksa Alat K3

  1. Mencegah, mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan kerja (zero accident).
  2. Mencegah terjadinya cacat/kematian pada tenaga kerja.
  3. Mencegah kerusakan tempat dan peralatan kerja
  4. Mencegah pencemaran lingkungan dan masyarakat disekitar tempat kerja
  5. Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja.

Tujuan dari Uji Riksa Alat K3 

  1. Memenuhi persyaratan Peraturan Perundangan yang berlaku.
  2. Menguji kelayakan Pesawat Angkat dan Angkut.
  3. Memeriksa dan menguji kekuatan knstruksi (Integritas Structur)
  4. Membuktikan Kestabilan dalam operasi
  5. Untuk mendapatkan Sertifikat/Ijin Pemakaian atau Re-Sertifikasi (berkala)

Dasar Hukum Uji Riksa Alat K3 

  1. Undang Undang No.1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja sering disebut juga sebagai dasar dari berbagai peraturan yang ada terkait dengan Keselamatan Kerja di Indonesia.  Walaupun diterbitkan pada tahun 1970, Undang-undang ini masih eksis hingga saat ini.
  2. Permenaker No. 05/Men/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut, Menimbang:
    a.bahwa dengan meningkatnya pembangunan dan teknologi dibidang industri,  penggunaan pesawat angkat dan angkut merupakan bagian integral dalam  pelaksanaan dan peningkatan proses produksi; b.bahwa dalam pembuatan, pemasangan, pemakaian, perawatan pesawat angkat dan angkut mengandung bahaya potensial;
    c.bahwa perlu adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja setiap tenaga kerja yang melakukan pembuatan, pemasangan, pemakaian,  persyaratan pesawat angkat dan angkut.
  3. Permenaker No. 02/Men/192 tentang Kualiikasi Juru Las di tempat Kerja.MEMUTUSKAN PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI TENTANG KWALIFIKASI JURU LAS DI TEMPAT KERJA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini dimaksud dengan: a. Tempat Kerja adalah tempat sebagaimana dimaksud pada pasal 1 ayat (1) Undang-undang No. 1 Tahun b. Pengurus adalah Pengurus sebagaimana dimaksud pada pasal 1 ayat (2) Undang undang No. 1 Tahun c. Pegawai Pengawas adalah Pegawai Pengawas sebagaimana dimaksud pada pasal 1 ayat (5) Undang-undang No. 1 Tahun d. Direktur adalah Direktur sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 79 Tahun 1977; Pasal 2 (1) Peraturan Menteri ini meliputi kwalifikasi juru las untuk ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul dengan proses las busur listrik, las busur listrik submerged, las gas busur listrik tungstem, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (secara manual), otomatis atau kombinasi. (2) Syarat untuk juru las yang melakukan pengelasan secara otomatis akan diatur lebih lanjut. halaman 1 dari 17
  4. Permenaker No. 09/Men/2010 tentang Kualifikasi dan Syarat-Syarat Operator Keran Angkat, bahwa dengan berkembangnya penggunaan jenis dan kapasitas pesawat angkat dan angkut maka perlu menyempurnakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja.

Adapun Ruang Lingkup pada Uji Riksa Peralatan adalah

  1. Pemeriksaan dan Pengujian dalam proses pembuatan peralatan
  2. Pemeriksaan dan Pengujian pertama dalam penggunaan dan pemakaian serta implementasi peralatan / instalasi baru atau setelah pemasangan.
  3. Pemeriksaan Tidak Merusak (NDT)
  4. Pengujian Beban
  5. Laporan Pemeriksaaan dan Pengujian
  6. Kesimpulan dan saran
  7. Surat Keterangan DIsnaker Setempat (estimitasi 1bulan)

Perusahaan hendaknya sebelum melakukan Uji Riksa dan Sertifikasi menyiapkan

  1. Copy Dokumen Izin Terakhir Lengkap
  2. Mempersiapkan peralatan yang akan disertifikasi
  3. Manual Book
  4. Izin Kerja Lapangan
  5. Beban  alat bantu disiapkan oleh Perusahaan setempat.

Uraian Jasa Riksa Uji

Jasa Pemeriksaan dan Pengujian ini mencakup :Pemeriksaan dan Pengujian
  1. Pemeriksaan dan Pengujian
  2. Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian
  3. Pengurusan Sertifikasi Kurang Lebih 2 Bulan Setelah Pemeriksaan Unit/ Alat
  4. Tool Inspeksi dan Asesoris
Pemeriksaan dan pengujian secara berkala dan reguler sesuai dengan masa berlaku serta berdasarkan kepada peraturan perundang-undangan.
Pada prosesnya, pemeriksaan dan pengujian alat K3 ini sangat diperlukan agar supaya  pemenuhan terhadap keselamatn dan kesehatan kerja karyawan ataupun pegawai bisa terlaksana. Sebab bagaimanapun keselamatn karyawan adalah hal yang utama. Jadi diharapkan perusahaan tidak hanya memikirkan keuntungan sementara dan mengabaikan pegawainya. Dengan Peraturan perundangan ini, maka hak hak pegawai dan karyawan baik yang bersifat sementara / kontrak maupun yang karyawan tetap, akan terjaga dan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Karena pegawai atau karyawan adalah asset yang paling berharga dari sebuah perusahaan.
Karena dalam melaksanakan pekerjaan para pegawai menggunakan alat alat bantu untuk memperlancar dan memudahkan mereka dalam mencapai target target kerja, maka pemeriksaan dan pengujian terhadap peralatan tersebut bersifat mutlak. Tidak bisa tidak harus dilaksanakan secara reguler dan periodik. Jangan sampai ada alat alat kerja yang tidak laik pakai tetapi dioperasikan. akan sangat berbahaya untuk semua yang terlibat baik secara langung maupun tak langsung.

Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP | 0811-1520-700

training petugas p3k

Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center

Biasanya pasar kerja nasional dan internasional menuntut tersedianya tenaga – kerja yang kompeten di setiap bidang, banyak industri dan organisasi mempersyaratkan agar tenaga – kerjanya memiliki sertifikasi kompetensi yang kredibel. Di berbagai negara,pemerintahnya ada juga yang menghendaki bahwa tenaga kerja yang ingin bekerja harus memiliki sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh lembaga otoritas yang diakui sah.

Kompetensi kerja adalah spesifikasi dari sikap pengetahuan dan keterampilan atau keahlian serta penerapannya secara efektif dalam pekerjaan sesuai dengan standard kerja yang dipersyaratkan. Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi K3 maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya. BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja.

Pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan peserta untuk memperoleh sertifikat kompetensi Petugas P3K dari BNSP. Pelatihan persiapan sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) KOMPETENSI Petugas P3K dirancang berbasis kompetensi (Competency Based Training) yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) K3. Untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi,para peserta training akan diuji oleh assessor dari LSK – K3 (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja). LSK – K3 didukung oleh KEMENAKERTRANS melalui surat resmi dari Direktur Jendral BINWASNAKER NOMOR B – 710 tertanggal 31 DESEMBER 2008 Untuk terwujudnya sertifikasi kompetensi K3 di Indonesia dalam menghadapi era persaingan global / AFTA.

Sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional. Setiap orang lainnya yang juga berada di tempat kerja pun perlu terjamin pula keselamatannya. Selain itu, setiap sumber produksi juga perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka diperlukan diadakannya segala daya usaha dan upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja.

Berdasarkan Perpres No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI No. PER15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja pada Bab 2, Pasal 3, ayat 1 & 2 sebagaimana ayat 1 yang berbunyi : “ Petugas P3K di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 harus memiliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari kepala Instansi yang bertanggung dibidang ketenagaakerjaan” Dan ayat 2 yang berbunyi: “Untuk mendapatkan lisensi sebagai mana dimaksud pada ayat 1 harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :

  1. Bekerja pada perusahaan yang bersangkutan;
  2. Sehat jasamani dan rohani;
  3. Bersedia ditunjuk menjadi petugas P3K; dan
  4. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang P3K di Tempat kerja yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan.

Guna dapat mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan yang mendadak dan kecelakaan kerja diperlukan pedoman Undang-undang No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.

Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas P3K di tempat kerja oleh perusahaan, petugas P3K tersebut perlu mendapatkan pelatihan dengan kurikulum yang sesuai dengan Permenakertrans No. 15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) di Tempat Kerja.

Sertifikasi profesi mengukur kemampuan para karyawan pada bidang yang ditekuni. Hasil ujian dapat membuat para karyawan menyadari kecakapan yang dimiliki masih kurang atau sudah sesuai standar.

Sasaran dan Manfaat Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center 

  • Peserta diharapkan akan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memahami peraturan dan konsep P3K.
  • Peserta memiliki keterampilan dan mampu melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan jika terjadi kecelakaan di tempat kerja.
  • Peserta mampu memberikan pertolongan jika terjadi penyakit mendadak ditempat kerja.
  • Peserta mampu mengembangkan sistem P3K ditempat kerja.

Tujuan Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center

Tujuan Pelatihan ini adalah membantu dalam rekruitmen tenaga kerja, membantu penilaian unjuk kerja, mengembangkan program pelatihan bagi karyawan berdasarkan kebutuhan dan untuk membuat uraian jabatan.

Skema Sertifikasi Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center

Berikut Rincian Unit Kompetensi atau uraian tugas Petugas P3K diantaranya sebagai berikut :

NO KODE UNIT JUDUL UNIT
1. IMG.KK03.001.01 Melakukan Pertolongan Pada Korban Kecelakaan

Persyaratan Peserta Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center

Berikut Rincian Unit Kompetensi atau uraian tugas Petugas P3K diantaranya sebagai berikut :

Pesyaratan pendidikan Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center 

No Pendidikan Minimal Petugas P3K
1. SLTA Pengalaman K3 minimal 3 tahun
2. D3 Pengalaman K3 minimal 1 tahun
3. Strata 1 Pengalaman K3 minimal 6 bulan

Persyaratan Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center 

Kompetensi Petugas P3K, sekurang – kurangnya telah mengikuti pelatihan / pendidikan P3K.

Persyaratan Pelengkap Dokumen

  1. Fotocopy Ijazah Terakhir
  2. Fotocopy Sertifikat kursus terkait K3 (bila ada)
  3. Fotocopy KTP/Paspor/SIM
  4. CV atau Surat Keterangan Pengalaman Kerja
  5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan/ Atasan Langsung/ Rekanan Kerja (bila ada)

Outline Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Global Training Center

  1. Peraturan perudangan yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)
  2. Dasar – dasar Kesehatan Kerja
  3. Dasar – dasar Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)
  4. Anatomi dan Faal tubuh manusia
  5. Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K
  6. Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, keracunan, paparan bahan kimia, kejang.
  7. Gangguan lokal (luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang) dan tindakan pertolongannya.
  8. Gangguan Kesadaran dan tindakan pertolongannya
  9. Gangguan Pernafasan dan tindakan pertolongannya
  10. Gangguan peredaran darah dan tindakan pertolongannya
  11. Resusitasi jantung paru
  12. Evakuasi korban (Prosedur dan Para pengangkutan korban)
  13. P3K pada keadaan tertentu (P3K pada kecelakaan diruang tertutup/terbatas dan P3K sengatan listrik)
  14. Praktek

Fasilitas Training Petugas P3K Sertifikasi BNSP di Globa Training Center

  1. Sertifikat Kompetensi BNSP bidang Fireman 1 (apabila Lulus Ujian Kompetensi)
  2. Sertifikat Pelatihan
  3. Makan Siang dan Coffee Break dua kali
  4. Note Book dan Ball Point
  5. Souvenir
  6. Ruangan Uji Kompetensi dengan fasilitas AC
× Mau info training, chat yuk!